Selamat Datang di Website Resmi Desa Sekarwangi ---selengkapnya---  

Sejarah Desa Sekarwangi

Admin Desa | 29 Januari 2020 08:47:21 | Berita Lokal | 0 Kali

Desa sekarwangi adalah sebuah Desa hasil pemecahan atau pemekaran dari Desa Cingcin dengan mendapat tambahan sebahagian wilayah dari Desa Parungserab.Adapun proses berdirinya dapat kita kenang sebagaimana tertera dibawah ini ;

Pada tanggal 6 Maret 1984 terjadi rapat pembentukan Panitia XI yang dipimpin oleh Bapak Camat Katapang E. SUHANDA.Pada rapat ini telah diputuskan personil Panitia XI yang terdiri dari tokoh Masyarakat yang berasal dari tiga Desa, yaitu Desa Cingcin, Desa Parungserab dan Desa Gandasoli waktu itu.Panitia XI bertugas memusawarahkan dan mengadakan pembagian Wilayah serta kekayaan Desa yang asalnya dari tiga Desa menjadi 5 Desa.Pada tanggal 8 Maret 1984 diadakan rapat pengesahan panitia XI, Dalam rapat kerjanya Panitia XI telah memutuskan tentang batas wilayah, pembagian kekayaan desa, dan memutuskan nama Desa yang akan diajukan kepada atasan.Pada waktu rapat pembagian wilayah sedikit mendapat kesulitan karena harus memecah kampong Lebakwangi, yang menurut nama alamnya serta kekeluargaanya sudah menyatu dan ada dalam keluarga Besar Lebakwangi.Dan akhirnya rapat tidak dapat mengabulkan usul beberapa tokoh masyarakat yang menginginkan agar kampung Lebakwangi tetap bersatu, tidak pecah jadi dua wilayah. Hal ini terpaksa karena dalam ketentuan batas Desa itu harus batas alam, yang tepatnya untuk dikita batas alam itu adalah Jalan Raya Propinsi.

Maka akhirnya terbagi dualah Kampung Lebkawangi yang dulunya secara historis yang terdapat pada Legenda  “SANGKURIANG KABEURANGANadalah bersatu.Menurut Ceritera, dulu disana di “ Lebak” ( bagian tempat yang rendah ) terdapat bunga yang sangat harum yaitu “ Kembang Jaksi “, yang dipakai tempat bersembunyinya  “DEWI AYU DAYANG SUMBI” dari kejaran seorang jejaka bernama Sangkuriang yang sangat mencintainya. Karena Dewi Ayu Dayang Sumbi tahu bahwa Sangkuriang itu putranya maka ia lari dari pelukan kekasihnya, Sangkuriang.Ia lari dari tempat ia bergandengan ( Pakaleng-kaleng ) yang sekarang disebut tempat itu Pangalengan.  Dayang Sumbi lari terus sampai ketempat yang banyak solokan, terpaksa Dayang Sumbi ditempat itu loncat-loncat, sehingga tempat itu dinamakan Ciluncat, Dari Ciluncat Dayang Sumbi lari lagi sangat cepatnya sehingga sampailah disuatu tempat yang penuh semak belukar yang menyebabkan Jari-jari Manisnya berkaitan oleh semak belukar, dan jatuhlah sebuah Cingcin dari jari manisnya ditempat itu

Maka sejak itu sampai sekarang tempat dimana cingcin itu jatuh di sebut CINGCIN,  tepatnya sekarang adalah Kampung Cingcin Kolot Desa Cingcin. Dari Cingcin Kolot Dayang Sumbi berusaha menghilangkan jejak berbelok kearah Utara dan terlihat Sangkuriang melesit ke Arah Barat dan sampai di suatu tempat dimana ia merasa kehilangan kekasihnya, segera ia berhenti dan ditempat yang agak ketinggian ia memandang kebelakang ( Nyoreang Katukang), mengintai kekasihnya dengan sudut matanya yang bersinar-sinar memancarkan gelora asmaranya.Maka sejak itu sampai sekarang tempat dimana Sangkuriang “ nyoreang “ disebut SOREANG. Dari Soreang terlihat Dayang Sumbi, nun disana sedang berjalan bagai “ Macan teu  nangan “ karena letihnya dikejar-kejar Sangkuring.Sangkuriang segera balik mengejarnya  dengan penuh harap,  napas ter-eungah eungah. Dewi Ayu Dayang Sumbi  ke peped di  “ Lebak “ ( tidak ada jalan untuk melarikan diri lagi ).

Akhirnya ia memutuskan untuk bersembunyi, kebetulan disana ada Kembang Jaksi yang sedang mekar, maka bersembunyilah Dayang Sumbi kedalam bunga itu. Setelah Dayang Sumbi berada didalam kembang Jaksi, maka semerbaklah bunga itu mengharumi tempat Lebak. Maka sejak itu sampai sekarang tempat itu disebut Lebakwangi,  dimana tempat itu sampai sekarang adalah dinamakan Kampung Lebakwangi Desa Sekarwangi.

Maka berkenaan dengan kejiwaan dari legenda tersebut, Panitia XI dalam musyawarahnya mengajukan tiga nama Desa Pemecahan dari Cingcin dan Parungserab yaitu : 1. Sumberwangi    2.  Mekarwangi  3. Sekarwangi.Setelah diskusi dan adu argumentasi akhirnya musyawarah Panitia XI memutuskan ; nama Desa untuk pemecahan dari Desa Cingcin dan Parungserab adalah  “ S E K A R W A N G I “.Setelah segala keputusan Panitia XI  disampaikan keatasan maka keluarlah pada tanggal 24 April 1984 SK Gubernur  tentang pengesahan berdirinya Desa Pamekaran baru yaitu DESA SEKARWANGI, beserta Desa BANYUSARI. Pada waktu itu berdirinya Desa Sekarwangi  Kepala Desa Cingcin adalah Sdr. D. HIDAYAT.

Pada tanggal 26 Juni 1984 terjadi serah terima wilayah dari D. HIDAYAT selaku Pejabat Kepala Desa  Cingcin kepada Sdr. UUS ISMAIL, selaku Pejabat Kepala Desa Sekarwangi. Maka dengan demikian Sdr. Uus Ismail memegang tampuk pemerintahan selama 2 tahun, dalam masyanya Desa Sekarwangi mengalami Pembangunan dengan cepat. Yang pada mula berdirinya Desa Sekarwangi ini tidak mempunyai Bangunan yang megah karena dulunya di Lokasi Lumbung tidak dijadikan arena tempat pembangunan SD Inpres dan lain sebagainya, tapi pada waktu Sdr. Uus Ismail menjabat  dibangunlah SD Inpres dan Jalan Desa dengan diaspal dan lebih hebat lagi adalah SD Bertingkat yang untuk sekwedanaan Banjaran baru di Desa Sekarwangilah yang ada  Sdr. Uus Ismail berakhir masa Jabatannya tanggal 14 Juli 1986  disaat mana terjadi timbang terima Jabatan antara Sdr. Uus Ismail selaku Pejabat Kepala Desa Sekarwangi dengan Sdr. Enjang Farhan selaku Kepala Desa terpilih untuk kepala Desa Sekarwangi, hasil Pemilihan yang diadakan pada tanggal 15 Februari 1986.

Pada waktu diadakan pemilihan Kepala Desa antara Sdr. Enjang Farhan dengan Sdr. Ajang Rohman hanya terdapat perbedaan dua Suara , dengan kemenangan Sdr. Enjang Farhan. Maka Sdr. Enjang Farhanlah menjadi Kepala Desa yang pertama untuk Desa Sekarwangi sebagai hasil Pemilihan rakyat, yang dilantik  pada tanggal 14 Mei 1986.Sdr. Enjang Farhan  memegang tampuk Pemerintahan Desa Sekarwangi sejak tanggal 14 Juli 1986 ( saat serah terima jabatan dari Sdr. Uus Ismail )  dalam perjalanan Masa Jabatan periode Tahun 1986-1994 Sdr. Enjang Farhan berlomba untuk membangun  Wilayah Desa Sekarwangi  dengan berbagai kegiatan  sehingga Desa Sekarwangi meningkat menjadi Desa Swasembada. Disamping itu juga Sdr. Enjang Farhan  telah memperlihatkan dalam melengkapi Kelembagan Desa mulai dari Tingkat Rt, Rw setarap Desa, juga terlihat pembangunan sarana dan prasarana baik Tingkat Rt dan Rw.

Pada Tahun 1994 Sdr. Enjang Farhan Habis Masa Jabatannya  dan ikut mencalonkan kembali yang pada waktu itu, Calonnya ada 3 calon Kepala Desa yaitu : 1. Sdr. Enjang Farhan 2. Dedi Supriadi   3. Asep Sutisna, setelah diadakan Pemilihan Calon Kepala Desa akhirnya Yang terpilijh adalah Sdr. DEDI SUPRIADI, sebagai Kepala Desa Terpilih untuk Masa Bakti 1995-2002, namun dalam masa Jabatannya hanya baru berjalan 5 tahun Sdr. Dedi Supriadi Meninggal Dunia, dan untuk sementara di Jabat Oleh Sekretaris Desa Sdr. USA SUKARSA, selama kurun waktu 7 Bulan dan Alhamdulillah Bisa Merehab Kantor Desa, yang semula bangunannya masih Dinding Bambu diganti dengan tembok selang Sdr. Usa Sukarsa menjabat 7 (tujuh bulan ) lalu mengadakan Pemilihan Kepala Desa dan terpilihlah Kepala Desa Definitif Sdr. ASEP SUTISNA Hasil Pemilihan yang dilantik pada tanggal 15 September 2001 untuk Masa Bakti 2001-2006 , selanjutnya Sdr. ASEP SUTISNA, habis masa jabatan dan mencalonkan lagi untuk Masa Jabatan  ke Dua Periode 2006 – 2012 sampai sekarang dan Alhamdulillah berbagai Pembangunan disemua sector terbukti seperti Penyelesaian Kantor Desa /BPD/MUI/LKMD/Rumah Dinas Bidan Desa, Kirmuer Jalan Desa dan lain sebagainya selanjutnya Kepala Desa Sukmaya lama menjabat Periode 2013-2018 dan sekarang Kepala Desa baru dipimpin oleh Ridwannulloh untuk periode 2019-2025 yang mempuyai visi misi membangun Desa Sekarwangi yang Agamis tur Harmonis

Demikian sekilas Sejarah Berdirinya Desa Sekarwangi sebagai bukti bahwa berdirinya Desa Sekarwangi mempunyai sejarah panjang  dan perlu diketahui oleh semua pihak terutama untuk para Generasi Penerus yang menjadi Pemimpin di Desa Sekarwangi, semoga lebih maju dan lebih kreatif dalam membangun daerahnya sehingga warga masyarakat Desa Sekarwangi bisa  hidup rukun , damai ( Trentrem /Ayem dan sabilulungan ) dalam membangun Negeri. Aamiiin.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Aparatur Desa

Jadwal Shalat


Sinergi Program

Info Media Sosial

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung